<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901</id><updated>2012-02-17T02:21:00.423+07:00</updated><category term='MOTIVASI'/><category term='berita'/><category term='puisi'/><category term='artikel'/><category term='cerita'/><title type='text'>Berbagi cerita dan Motivasi</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>10</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-5785438869590320691</id><published>2008-11-12T08:47:00.005+07:00</published><updated>2008-11-12T08:54:52.907+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Lafadz Allah di Belahan Terung Hijau</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_BuLMzhZ_qDA/SRo2VDPMFFI/AAAAAAAAAFU/RZ0HW8OLxzY/s1600-h/2101.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_BuLMzhZ_qDA/SRo2VDPMFFI/AAAAAAAAAFU/RZ0HW8OLxzY/s320/2101.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267582449437381714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEAJAIBAN Tuhan bisa terjadi di mana saja, termasuk kala musibah. Ada awan panas, jilatan api, dan riak ombak yang membentuk lafadz Allah. Tempat ibadah yang kubahnya diukir lafadz Allah tidak hancur meski sekelilingnya hancur lebur diserbu tsunami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Samuel Johnson Sutanto, anggota Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, dalam sebuah situs menunjukkan hasil bidikannya, Kamis 14 Desember 2006, di kantor Timnas di Somerset Apartemen, Surabaya. Samuel menjepret jilatan api ledakan pipa gas Pertamina di lumpur Lapindo berkali-kali. Salah satunya yang ditunjukkan adalah jilatan api berlafadz Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, masih banyak lagi kemunculan lafadz Allah di berbagai daerah dengan media beraneka macam. Seperti terlihat dalam buah-buahan, daun, ranting, pohon, bahkan juga dalam awan yang membentang di angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Garut. Warga Kampung Pasirsalam, Desa Haruman, Kecamatan Leles, baru-baru ini dihebohkan dengan ditemukannya potongan buah terung hijau (Solanaceae) bertuliskan lafadz Allah dalam huruf Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iis Winarti (24), sang penemu terung tersebut, kini masih menyimpannya dengan baik. Ia pun telah mengabadikan keajaiban itu lewat foto kamera ponsel dan telah mencetaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditemui di rumahnya, Kampung Pasirsalam RT 02/RW 03, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Selasa (11/11), Iis begitu bersemangat menuturkan ihwal penemuan terung itu. Ia mengaku awalnya sangat terkejut saat menemukan potongan buah terung bertuliskan lafadz Allah. Pikirannya terus diliputi berbagai pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih jika ia teringat akan mimpinya yang cukup mengerikan pada malam sebelum ia mendapatkan terung aneh itu. "Entah apa maksud mimpi itu. Mungkin ini semacam pertanda bagi saya atau keluarga saya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iis lalu mengisahkan tentang mimpinya. Pada Minggu (9/11) malam, ia bermimpi ada banjir bandang setinggi lutut menerjangnya, disusul datangnya gelombang air setinggi rumah yang langsung menghancurkan seluruh bangunan rumah yang ada dan semua penghuninya. Mirip peristiwa tsunami di Aceh. Mayat-mayat pun, tuturnya, terlihat bergelimpangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mimpi itu, Iis tengah berdiri menyaksikan semua peristiwa menegangkan tersebut dengan ditemani dua anak kecil laki-laki dan perempuan berusia tiga tahun. Yang laki-laki berada di sebelah kanannya, dan yang perempuan di sebelah kirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, saat sebuah gelombang besar hendak menggulungnya, tiba-tiba gelombang tersebut terhenti. Bahkan kembali surut lagi ke belakang. Ini terjadi berbarengan dengan terdengarnya lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibisikkan anak lelaki yang ada di sebelah kanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itulah, Iis terbangun dari tidurnya. Setelah mengucap istigfar dan takbir serta tasbih dengan keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, ia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar kecil. Ia sempat melihat jam tangan yang jarumnya menunjukkan pukul 01.00. Setelah hatinya agak tenang, ia pun kembali tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan paginya, seperti biasa, Iis mengurus pekerjaan rumah. Ia menyiapkan anaknya berangkat ke sekolah sekitar pukul 07.00. Saat itu, Iis teringat akan bingkisan buah terung hijau pemberian sang ibu, Entin Kartinah (39), yang diberikan kepadanya pada Jumat (7/11). Ada enam terung dari ibunya, hasil memetik dari kebun tersebut. Iis saat itu hendak memasak oseng terung dengan cabai hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iis lalu mengambil sebuah terung dan membelahnya menjadi dua potong. Potongan yang satu langsung diiris-iris dan dimasukkan ke wadah. Entah mengapa, kata Iis, saat itu dirinya penasaran ingin melihat belahan terung satunya lagi yang belum diiris-iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa terkejutnya Iis ketika dilihatnya, pada belahan terung tersebut terdapat rangkaian biji yang membentuk tulisan Allah dalam huruf Arab. Tulisan Allah itu tak lain adalah biji-biji terung yang membaris dan membentuk lafadz Allah. Warna biji-biji itu terlihat kuning kehitaman, kontras dengan warna daging buah terung yang keputih-putihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Saat itu saya berteriak Allahu Akbar dan langsung menanyakannya ke Mamah (Entin Kartinah, Red). Apa maksudnya? Mungkinkah ini pertanda?" kata Iis terharu.&lt;br /&gt;Ia berharap peristiwa tersebut merupakan pertanda baik bagi dirinya dan keluarga. Apalagi ia juga sering bangun salat tahajud dan meminta petunjuk dari Allah, terutama terkait ekonomi keluarganya yang belum mapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maklum, suaminya, Dodi Haryadi (34), tak memiliki pekerjaan tetap. Sementara kebutuhan kedua anaknya, Sani (7) dan Nisa (3), terus bertumbuh. Di Kampung Pasirsalam pun, Iis dan suami serta kedua anaknya masih tinggal bersama dengan mertuanya, Isong Kusnadi (71), seorang pensiunan TNI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena penasaran kalau-kalau terung yang lainnya juga ada tulisan lafadz Alloh, Iis membelah lima buah terung lainnya satu per satu. Namun tak satu pun terdapat tulisan seperti pada terung sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat kemudian, berita penemuan terung aneh itu menyebar. Warga pun berdatangan karena penasaran ingin melihat terung tersebut. Di antara mereka bahkan ada yang ikut-ikutan mencari dan membeli terung dan membelahnya untuk melihat apakah di dalamnya ada tulisan lafadz Allah atau tidak. Seperti dilakukan Popon (56), warga setempat. Sejumlah terung miliknya dibelah tapi ia tak mendapatkan tulisan lafadz Allah pada semua terungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penasaran dengan penemuannya itu, Iis mengabadikan belahan terung bertuliskan lafadz Allah itu dengan kamera ponsel miliknya. Ia juga langsung mencetak foto terung tersebut dalam kertas foto berukuran sekitar 10 R. Sementara belahan terung aslinya ia simpan dalam sebuah wadah tertutup plastik di dapur rumah. "Kalau saya punya kulkas, tentu akan saya simpan di kulkas," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iis menyebutkan, belahan terung tersebut hendak disimpan sebaik mungkin. Iis senantiasa berdoa bahwa lewat peristiwa ini mudah-mudahan Allah memberikan hikmah kepada dirinya dan keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Source : tribunjabar.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-5785438869590320691?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/5785438869590320691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=5785438869590320691' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/5785438869590320691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/5785438869590320691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/11/lafadz-allah-di-belahan-terung-hijau.html' title='Lafadz Allah di Belahan Terung Hijau'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_BuLMzhZ_qDA/SRo2VDPMFFI/AAAAAAAAAFU/RZ0HW8OLxzY/s72-c/2101.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-839856819202418269</id><published>2008-10-16T08:08:00.002+07:00</published><updated>2008-10-16T08:11:52.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><title type='text'>Malaikat Pelindung</title><content type='html'>Suatu hari, ada seorang bayi yang siap untuk dilahirkan. Maka, ia bertanya kepada tuhan. “ Ya Tuhan, engkau  akan mengirimku ke bumi. Tapi aku takut, aku masih sangat kecil dan tidak berdaya. Siapakah nanti yang akan melindungiku disana ?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanpun menjawab. “Diantara semua malaikat-Ku, aku akan memilih seorang yang khusus untukmu. Dia akan merawatmu dan mengasihimu.” Si kecil bertanya lagi, “Tapi, disini, di surga ini, aku tidak dapat berbuat apa-apa, kecuali tersenyum dan bernyanyi. Semua itu cukup membuatku bahagia. Tuhanpun menjawab, “Tak apa, malaikatmu itu, akan selalu menyenandungkan lagu untukmu, dan ia akan membuatmu tersenyum setiap hari. Kamu akan merasakan cinta dan kasih sayang, dan semua itu pasti akan membuatmu bahagia.” Namun si ekcil bertanya lagi, “Bagaimana aku bisa mengerti ucapan mereka, jika aku tak tahu bahasa yang mereka pakai?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tuhan pun menjawab, “Malaikatmu itu, akan membisikkan kata-kata yang paling indah, dia akan selalu sabar  disampingmu, dan dengan kasihnya, dia akan mengajarkanmu berbicara dengan bahasa manusia.” Si kecil bertanya lagi ,  “ Lalu, bagaimana jika aku ingin bertanya padamu, ya Tuhan ?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanpun kembali menjawab, “Tenang, Malaikatmu, akan terus melindungimu, walaupun nyawa yang menjadi taruhannya. Dia akan sering melupakan kepentingannya sendiri untuk keselamatanmu.” Namun, si kecil kini malah bersedih, “ Ya Tuhan, tentu akan sedih jka tak melihat-Mu lagi,”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan menjawab lagi, “Malaikatmu akan selalu mengajarkanmu keagungan-Ku, dan dia akan mendidikmu, bagaimana agar selalu patuh dan taat kepada-Ku. Dia akan selalu membimbingmu untuk selalu mengingat-Ku. Walau begitu, akau akan selalu disisimu. “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hening. Kedamaianpun tetap menerpa surga. Namun, suara-suara panggilan dari bumi terdengar senyap-senyap. “Ya Tuhan, aku akan pergi sekarang, tolong sebutkan nama malaikat yang akan melindungiku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhanpun kembali menjawab.” Nama malaikatmu tak begitu penting. Kamu akan memanggilnya dengan sebutan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibu&lt;/span&gt;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-839856819202418269?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/839856819202418269/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=839856819202418269' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/839856819202418269'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/839856819202418269'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/10/malaikat-pelindung.html' title='Malaikat Pelindung'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-5022841989696948505</id><published>2008-07-02T15:58:00.004+07:00</published><updated>2008-07-02T16:03:46.423+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='puisi'/><title type='text'>Untukmu Tersayang....</title><content type='html'>Untuk … tersayang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga minggu yang lalu…&lt;br /&gt;Untuk pertama kalinya kulihat kau berdiri tegak lurus lantai&lt;br /&gt;Kulihat alismu yang berbentuk setengah lingkaran dengan diameter 4 cm&lt;br /&gt;Saat itulah kurasakan sesuatu yang lain dari padamu&lt;br /&gt;Kurasakan cinta yang rumit bagaikan invers matriks berordo 5×5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu minggu kemudian aku bertemu kau kembali…&lt;br /&gt;Kurasakan cintaku bertambah,&lt;br /&gt;bagaikan deret divergen yang mendekati tak hingga&lt;br /&gt;Limit cintaku bagaikan limit tak hingga&lt;br /&gt;Dan aku semakin yakin,&lt;br /&gt;hukum cinta kita bagaikan&lt;br /&gt;hukum kekekalan trigonometri sin2+cos2 = 1&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kurasakan dunia yang bagaikan kubus ini menjadi milik kita berdua&lt;br /&gt;Dari titik sudut yang berseberangan,&lt;br /&gt;kau dan aku bertemu di perpotongan diagonal ruang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari kurasakan cintaku padamu&lt;br /&gt;bagaikan grafik fungsi selalu naik yan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari kurasakan cintaku padamu&lt;br /&gt;bagaikan grafik fungsi selalu naik yang tidak memiliki nilai ekstrim.&lt;br /&gt;Hanya ada titik belok horizontal yang akan selalu naik&lt;br /&gt;Kurasakan pula kasihku padamu&lt;br /&gt;bagaikan grafik tangen (90o &lt; x &lt; 270o)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun aku bimbang…&lt;br /&gt;Kau bagaikan asimtot yang sulit bahkan tidak mungkin kucapai&lt;br /&gt;Aku bingung bagaikan memecahkan soal sistem persamaan linear&lt;br /&gt;yang mempunyai seribu variabel dan hanya ada 100 persamaan&lt;br /&gt;Bahkan ekspansi baris kolom maupun Gauss Jordan pun tak dapat memecahkannya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BY&lt;br /&gt;Bobotoh cepel Crew&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-5022841989696948505?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/5022841989696948505/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=5022841989696948505' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/5022841989696948505'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/5022841989696948505'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/07/untukmu-tersayang.html' title='Untukmu Tersayang....'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-3775003346368945501</id><published>2008-06-19T14:58:00.002+07:00</published><updated>2008-06-19T15:01:48.210+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Tentukan Tujuan Hidup</title><content type='html'>"Without goals, and plans to reach them, you are like a ship&lt;br /&gt;that sail with no destination" --  (Fritzhugh Dodson)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah perumpamaan bagi orang yang tidak punya tujuan dalam&lt;br /&gt;hidupnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang melakoni perannya, tapi tidak tahu arah hidup&lt;br /&gt;yang ingin ditujunya. Mereka-reka hidup adalah apa yang&lt;br /&gt;kemudian dilakukannya. Bila sesuatu hal buruk terjadi,&lt;br /&gt;mereka akan berdalih nasib tak berpihak padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jarang seseorang baru menyadari tujuan hidupnya pada&lt;br /&gt;usia tua. Sangat disayangkan memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali orang tidak berani melakukan perubahan dalam &lt;br /&gt;hidupnya. Dia hanya menunggu, dan menunggu adanya &lt;br /&gt;perubahan tersebut... hingga akhirnya tujuan hidupnya &lt;br /&gt;tidak tercapai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tidak masalah jika kita harus mengubah tujuan&lt;br /&gt;hidup beberapa kali. Hal yang terpenting adalah setiap saat&lt;br /&gt;kita mempunyai tujuan hidup yang ingin dicapai. Setidaknya&lt;br /&gt;kita tahu ke mana kita akan berjalan dan strategi apa yang&lt;br /&gt;harus diambil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5 Cara Yang Bisa Kita Pakai Untuk Menetapkan Tujuan Hidup:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanyakan pada nurani Kita, apa sebenarnya keinginan&lt;br /&gt;    Kita untuk beberapa tahun ke depan? Tidak ada salahnya&lt;br /&gt;    Kita bermimpi. Kita tidak perlu malu mengakuinya,&lt;br /&gt;    lagipula, tokh tidak ada biaya yang harus Kita keluarkan&lt;br /&gt;    untuk sekedar bermimpi. ;-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kumpulkan informasi yang bisa membantu Kita untuk bisa&lt;br /&gt;    mencapai tujuan tersebut. Jika ada orang lain yang sudah&lt;br /&gt;    berhasil melakukan yang Kita inginkan, belajarlah dari&lt;br /&gt;    mereka. Lakukan apa yang mereka kerjakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan hanya diam, lakukan sesuatu dan secara terus&lt;br /&gt;    menerus yang akan membawa Kita pada impian hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jika cara yang Kita lakukan terbukti efektif dan&lt;br /&gt;    mendekatkan pada tujuan yang ingin dicapai, maka alangkah &lt;br /&gt;    baiknya jika Kita berusaha untuk meningkatkan&lt;br /&gt;    kemampuan dan menambah kecepatan kerja agar tujuan hidup&lt;br /&gt;    Kita lebih cepat tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jika hal di atas Kita lakukan secara terus menerus&lt;br /&gt;    tanpa lelah dan bosan, Insya-Allah Kita akan mendapatkan&lt;br /&gt;    tujuan hidup yang  diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ibaratnya adalah seorang 'pemahat' atas gambaran&lt;br /&gt;kehidupan Kita sendiri. Dan seorang pemahat yang baik akan&lt;br /&gt;selalu memiliki 'planning' terlebih dahulu untuk&lt;br /&gt;mendapatkan hasil yang terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, Kita pun hanya bisa sebesar dan sebahagia&lt;br /&gt;sebagaimana tujuan yang telah Kita tentukan. Oleh sebab&lt;br /&gt;itu, pahatlah diri Kita dengan sebaik-baiknya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SOURCE : &lt;a href="http://www.AsianBrainNewsletter.com" target="_blank"&gt;AsianBranNewsLetter&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-3775003346368945501?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/3775003346368945501/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=3775003346368945501' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/3775003346368945501'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/3775003346368945501'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/06/tentukan-tujuan-hidup.html' title='Tentukan Tujuan Hidup'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-9040557073568533060</id><published>2008-06-16T10:03:00.001+07:00</published><updated>2008-06-16T10:09:17.729+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><title type='text'>Hidup Adalah Pilihan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:justify"&gt;Ada 2 buah bibit tanaman yag terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “ Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-alam ke tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kengahatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku”.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang,&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Bibit yang kedua bergumam “ Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap ? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.“&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dan bibit itupun menunggu dalam kesendirian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit kedua tadi, dan mencaploknya dengan segera.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;“Memang selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan dan kebimbangan-kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah itu dengan gagah. Dan berkata hidup adalah pilihan, maka pilihlah dengan bijak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Jangan segan untuk mengulurkan tangan anda. Tetapi jangan anda enggan untuk menjabat tangan orang lain yang datang pada ada.”&lt;/p&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-9040557073568533060?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/9040557073568533060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=9040557073568533060' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/9040557073568533060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/9040557073568533060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/06/hidup-adalah-pilihan.html' title='Hidup Adalah Pilihan'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-3362814960254234417</id><published>2008-06-09T11:33:00.004+07:00</published><updated>2008-06-09T11:56:13.088+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Cintailah Cinta</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:justify"&gt;Memang Menyakitkan ketika kita mencintai seseorang, namun ia tak membalasnya, ettapi yang lebih menyakitkan adalah ketika kita mencintai seseorang dan kita tidak pernah dapat menemukan keberanian untuk mengungkapkan perasaan kita padanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Sebuah hal yang menyedihkan dalam hidup ketika kita bertemu seseorang yang sangat berarti bagi kita, hanya untuk mengetahui pada akhirnya seseorang tersebut tidak ditakdirkan bersama kita, sehingga kita harus berat hati membiarkannya pergi dan berlalu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Teman terbaik adalah teman dimana ketika kita duduk bersama di sebuah ayunan, tanpa ada ucapan sekata pun, dan ketika kita harus berpisah dengannya, terasa seolah hal tersebut merupakan percakapan paling menyenangkan yang pernah dilakukan bersamanya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Adalah benar bahwa kita takkan pernah tahu apa yang telah kita dapatkan hingga kita kehilangannya. tetapi adalah benar juga, ketika kita tidak tahu apa yang telah hilang hingga hal tersebut menghampiri kita.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Impikan saja apa yang ingin kita impikan, pergi saja kemanapun kita ingin pergi, jadilah sebagai sosok yang kita inginkan, karena kita hanya memiliki satu buah kehidupan dan satu buah kesempatan untuk dapat melakukan semua hal yang kita inginkan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Letakkan diri kita sebagai layaknya orang lain, jika kita merasa hal yang kita lakukan akan menyakiti diri kita, hal tersebut mungkin akan menyakiti yang lain pula.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Kata-kata yang terucap tanpa perhitungan mungkin akan menyulut perselisihan, perkataan yang kejam dapat menghancurkan kehidupan, sebuah kata yang tidak tepat mungkin juga mampu menambah beban batin seseorang, dan sebuah kata yang penuh cinta kasih mungkin dapat meyembuhkan dan memberikan berkah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Orang yang paling bahagia adalah orang tidak merasa selalu membutuhkan semua hal terbaik, mereka hanya berpikir bagaimana mencipta semua hal menjadi terbaik bagi mereka, yang berlalu dalam hidupnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Cinta dimulai dengan sebuah senyum, kemudian tumbuh dengan sebuah kecupan, dan berakhir dengan air mata. Ketika kita dilahirkan, kita menangis begitu kerasnya, sementara orang-orang di sekeliling kita tersenym bahagia. Ketika kita menanggalkan hidup maka kita adalah pihak yang tersenyum begitu bahagia, sementara orang di sekeliing kita menangis.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-3362814960254234417?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/3362814960254234417/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=3362814960254234417' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/3362814960254234417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/3362814960254234417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/06/cintailah-cinta.html' title='Cintailah Cinta'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-4193542885173865109</id><published>2008-06-03T08:44:00.003+07:00</published><updated>2008-06-03T08:48:47.939+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Selembar Bulu Mata</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:justify"&gt;Konon di Hari Pembalasan kelak, ada seorang hamba Allah sedang diadili. Ia dituduh bersalah, menyia-nyiakan umurnya di dunia untuk&lt;br /&gt;berbuat maksiat. Tetapi ia bersikeras membantah. "Tidak. Demi langit dan bumi sungguh tidak benar. Saya tidak melakukan semua itu."&lt;br /&gt;"Tetapi saksi-saksi mengatakan engkau betul-betul telah menjerumuskan dirimu sendiri ke dalam dosa," jawab malaikat. Orang itu menoleh ke kiri dan ke kanan, lalu ke segenap penjuru. Tetapi anehnya, ia tidak menjumpai seorang saksi pun yg sedang berdiri. Di situ hanya ada dia sendirian. Makanya ia pun menyanggah, "Manakah saksi-saksi yg kau maksudkan? Di sini tdk ada siapa kecuali aku dan suaramu."&lt;br /&gt;"Inilah saksi-saksi itu," ujar malaikat.&lt;br /&gt;Tiba-tiba mata angkat bicara, "Saya yg memandangi." Disusul oleh telinga, "Saya yg mendengarkan." Hidung pun tidak ketinggalan, "Saya yang mencium." Bibir mengaku,&lt;br /&gt;"Saya yang merayu." Lidah menambah, "Saya yang mengisap." Tangan meneruskan, "Saya yang meraba dan meremas."&lt;br /&gt;Kaki menyusul, "Saya yang dipakai lari ketika ketahuan." "Nah kalau kubiarkan, seluruh anggota tubuhmu akan memberikan kesaksian tentang perbuatan aibmu itu", ucap malaikat. Orang tersebut tidak dapat membuka sanggahannya lagi. Ia putus asa dan amat berduka, sebab sebentar lagi bakal dijebloskan ke dalam jahanam.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Padahal, rasa-rasanya ia telah terbebas dari tuduhan dosa itu. Tatkala ia sedang dilanda kesedihan itu, sekonyong-konyong terdengar suara yg amat lembut dari selembar bulu matanya:&lt;br /&gt;"Saya pun ingin juga mengangkat sumpah sebagai saksi."&lt;br /&gt;"Silakan", kata malaikat.&lt;br /&gt;"Terus terang saja, menjelang ajalnya, pada suatu tengh malam yg lengang, aku pernah dibasahinya dengan air mata ketika ia sedang menangis menyesali perbuatan buruknya. Bukankah nabinya pernah berjanji, bahwa apabila ada seorang hamba kemudian bertobat,&lt;br /&gt;walaupun selembar bulu matanya saja yg terbasahi air matanya, namun sudah diharamkan dirinya dari ancaman api neraka? Maka saya, selembar bulu matanya, berani tampil sebagai saksi bahwa ia telah melakukan tobat sampai membasahi saya dengan air mata&lt;br /&gt;penyesalan."&lt;br /&gt;Konon, dengan kesaksian selembar bulu mata itu, orang tersebut di bebaskan dari neraka dan diantarkan ke surga. Sampai terdengar suara bergaung kepada para penghuni surga: "Lihatlah, Hamba Tuhan ini masuk surga karena pertolongan selembar bulu mata." &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;sumber&lt;br/&gt;Arroisi, Abdurrahman K.H.&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-4193542885173865109?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/4193542885173865109/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=4193542885173865109' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/4193542885173865109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/4193542885173865109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/06/selembar-bulu-mata.html' title='Selembar Bulu Mata'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-9081469191068419102</id><published>2008-05-30T14:14:00.004+07:00</published><updated>2008-05-30T14:17:54.084+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='berita'/><title type='text'>Warga Sumenep Temukan Kepiting Berlafal Asma Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_BuLMzhZ_qDA/SD-p8y7PMGI/AAAAAAAAADU/i9JLgaLfw1s/s1600-h/kepiting_dalam.jpg"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp3.blogger.com/_BuLMzhZ_qDA/SD-p8y7PMGI/AAAAAAAAADU/i9JLgaLfw1s/s320/kepiting_dalam.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5206066556191060066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Sumenep - Warga Dusun Perreng Tale, Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, heboh dengan penemuan kepiting bertuliskan asma Allah. Kepiting ini ditemukan seorang warga bernama Masjuri (25) di pesisir pantai Panele, Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Rabu (28/5/2008).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Temuan kepiting jantan yang dinilai aneh tersebut, bertuliskan lafal Allah dengan huruf arab berwarna oranye dibagian kulit kerasnya (bagian atas).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Kepada wartawan, Masjuri yang berprofesi sebagai pencari kepiting mengaku ada hal yang aneh sebelum mendapatkan kepiting tersebut. Sebab, biasanya selama 4 sampai 6 jam di laut dia sudah mendapatkan banyak kepiting. Namun kala itu tidak mendapatkan sama sekali kecuali satu yang bertuliskan lafal Allah tersebut.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Baru kali ini saya mendapatkan satu kepiting dan bertuliskan asma Allah," kata Masjuri kepada wartawan di rumahnya, Dusun Perreng Tale, Desa Parsanga, Kecamatan Kota Sumenep.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Sementara, warga sekitar yang mendengar kabar penemuan kepiting tersebut, kini terus berdatangan. Mereka ingin membuktikan kebenarannya. Bahkan, Masjuri berencana akan mengkonsultasikan kepiting yang masih terlihat segar itu kepada orang pintar.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;SOURCE : deriksurabaya.com&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-9081469191068419102?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/9081469191068419102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=9081469191068419102' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/9081469191068419102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/9081469191068419102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/05/warga-sumenep-temukan-kepiting-berlafal.html' title='Warga Sumenep Temukan Kepiting Berlafal Asma Allah'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_BuLMzhZ_qDA/SD-p8y7PMGI/AAAAAAAAADU/i9JLgaLfw1s/s72-c/kepiting_dalam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-845747420371725174</id><published>2008-05-30T14:02:00.002+07:00</published><updated>2008-05-30T14:10:29.174+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='cerita'/><title type='text'>Cinta Tidak Harus Berwujud "Bunga"</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:justify"&gt;Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-2 sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan"&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan&lt;br /&gt;melakukannya untuk saya?" &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Hati saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an&lt;br /&gt;tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan....&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Kamu suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa&lt;br /&gt;memberikan mata saya untuk mengarahkanmu."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Kamu selalu pegal-2 pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah&lt;br /&gt;atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua&lt;br /&gt;nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai,menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati.Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu. aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu." &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu."&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;br /&gt;"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.".&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku. Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka&lt;br /&gt;cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga".&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-845747420371725174?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/845747420371725174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=845747420371725174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/845747420371725174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/845747420371725174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/05/cinta-tidak-harus-berwujud-bunga.html' title='Cinta Tidak Harus Berwujud &quot;Bunga&quot;'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-2580523544929968901.post-8689126043441722508</id><published>2008-05-26T17:41:00.005+07:00</published><updated>2008-05-26T18:04:23.181+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='MOTIVASI'/><title type='text'>Sekali Lagi, Ciumlah Kaki Ibumu</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ribuan kilo jalan yang kau tempuh Lewati rintangan untuk aku anakmu Ibuku sayang masih terus berjalan Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah&lt;/span&gt; &lt;/P&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;eramuslim- Anda pasti tahu kelanjutan syair lagu diatas, atau setidaknya pernah mendengar lagu tersebut. Iwan Fals dengan begitu puitis namun gamblang menggambarkan beratnya kehidupan yang harus dijalani seorang ibu demi mendidik dan membesarkan buah hatinya, kita !&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Mari hadirkan kembali wajah sang ibu dalam bayangan kita, dengan seizin Allah genangan air mata akan membanjiri kelopak mata yang mungkin sudah sekian lama kita biarkan tak menyapanya. Kerut di pipinya mengisyaratkan kelelahan yang sangat, tenaga yang mulai habis dimakan waktu seolah tak lagi sanggup sekedar mengangkat tubuh rapuhnya. Di bola matanya, nampak jelas guratan berat kehidupan yang telah dilaluinya. Semua itu, dilakukannya hanya untuk kita, yang dicintainya.&lt;/p&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Cinta anak sepanjang gala, cinta ibu sepanjang masa. Pepatah yang biasa kita dengar untuk melukiskan betapa kita, anak-anak ibu, tidak akan pernah sanggup membayar (berapapun dan dengan apapun) cinta yang pernah diberikannya. Huwaish al Qorni, sahabat Rasulullah, rasa ingin membalas cinta sang ibu membuatnya rela ingin menggendong ibunya pulang pergi ibadah haji. Bahkan sahabat lain, dilarang pergi berperang bersama Rasul, lantaran tidak ada yang mengurus ibunya yang sudah renta. “rawat dan layani ibumu,” perintah Rasul kepada pemuda itu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun…(QS. Lukman:14).&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Bahkan dalam ayat lain, begitu tegas Allah menekankan dan mengingatkan kesusahan ibu saat mengandung serta memerintahkan kita untuk berbuat baik kepada ibu (QS.Al-Ahqaf:15). Ketika Nabi SAW ditanya tentang siapa yang paling patut dihormati dan diperlakukan sebaik-baiknya, Nabi menjawab: “Ibumu”. Dan hal itu diulangnya sampai tiga kali, sebelum ia menyebut “bapakmu”. Dalam hadits lain yang masyhur, Nabi SAW berkata bahwa surga terletak dibawah telapak kaki kaum ibu.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Dalam perjalanan bersama ibu, perlakuan kasar kerap kita layangkan kepadanya. “Uf”, “ah,” “cis” menjadi kosa kata yang biasa terlontar dari mulut kotor ini. Tak pernah kita menghargai keringatnya kala menyiapkan sarapan dan makan malam. Andai kita tahu, air matanya tak pernah kering di pertengahan malam, kala ia mengadu kepada Allah perihal anak-anaknya. Bibirnya tak pernah berhenti berdo’a agar kita menjadi anak yang bisa dibanggakan. Tak peduli darah menjadi penghias kakinya demi menghantarkan sang buah hati menggapai cita. &lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Sekarang, imbalan apa yang diterima ibu dari anak-anak yang mungkin kinipun sudah beranak. Tidak jarang kesibukan kerja dan keluarga membuat kita melupakannya. Bahkan mungkin rasa cinta kepada istri dan anak-anak mengikis habis cinta kepada ibu (tentu cinta kepada Allah dan Rasulullah diatas segalanya). Tak sedikit waktu kita luangkan sekedar untuk tahu keadaannya, meski handphone tak pernah lepas dari tangan.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Sekarang, Kita semakin sombong, seolah tak membutuhkannya. Terlebih saat senang dan berkecukupan. Tak sadar kita, ia begitu ikhlas atas air susu dan keringatnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Begitu banyak masalah kehidupan kita hadapi. Terkadang kita mengeluh, putus asa, tidak tahan dengan berbagai cobaan yang menerpa. Tak sadar, semua yang kita alami saat ini sesungguhnya pernah dilalui ibu, dan berhasil !&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Kita terlalu lemah, cengeng dan selalu merasa kalah dalam mengarungi bahtera hidup. Padahal sering kita memandang sebelah mata ‘kekuatan’ ibu yang sudah renta. Tak sadar kita, garis wajahnya jelas-jelas memancarkan kekuatan teramat dahsyat.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;Ia hanya ingin melihat anak-anaknya bahagia, meski ia tidak sebahagia yang kita bayangkan. Tak sadar, sesungguhnya kita butuh kembali kepadanya, memandangi keteduhan wajahnya, membelai tangan keriputnya, menciumi kakinya dan meminta do’anya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align:justify"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ingin ku dekat dan menangis dipangkuanmu Sampai aku tertidur bagai masa kecil dulu Lalu do’a-do’a baluri sekujur tubuhku Dengan apa membalas,&lt;/span&gt; Ibu&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/2580523544929968901-8689126043441722508?l=make-manah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://make-manah.blogspot.com/feeds/8689126043441722508/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=2580523544929968901&amp;postID=8689126043441722508' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/8689126043441722508'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/2580523544929968901/posts/default/8689126043441722508'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://make-manah.blogspot.com/2008/05/sekali-lagi-ciumlah-kaki-ibumu.html' title='Sekali Lagi, Ciumlah Kaki Ibumu'/><author><name>Subhan mohammad</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16276025175549385247</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/-Qb9NwJzmZFc/TylduBQTccI/AAAAAAAAALU/57bLrN2iL4s/s220/IMG_2781%2B-%2BCopy.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
