
KEAJAIBAN Tuhan bisa terjadi di mana saja, termasuk kala musibah. Ada awan panas, jilatan api, dan riak ombak yang membentuk lafadz Allah. Tempat ibadah yang kubahnya diukir lafadz Allah tidak hancur meski sekelilingnya hancur lebur diserbu tsunami.
Samuel Johnson Sutanto, anggota Timnas Penanggulangan Lumpur Sidoarjo, dalam sebuah situs menunjukkan hasil bidikannya, Kamis 14 Desember 2006, di kantor Timnas di Somerset Apartemen, Surabaya. Samuel menjepret jilatan api ledakan pipa gas Pertamina di lumpur Lapindo berkali-kali. Salah satunya yang ditunjukkan adalah jilatan api berlafadz Allah.
Dan, masih banyak lagi kemunculan lafadz Allah di berbagai daerah dengan media beraneka macam. Seperti terlihat dalam buah-buahan, daun, ranting, pohon, bahkan juga dalam awan yang membentang di angkasa.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Garut. Warga Kampung Pasirsalam, Desa Haruman, Kecamatan Leles, baru-baru ini dihebohkan dengan ditemukannya potongan buah terung hijau (Solanaceae) bertuliskan lafadz Allah dalam huruf Arab.
Iis Winarti (24), sang penemu terung tersebut, kini masih menyimpannya dengan baik. Ia pun telah mengabadikan keajaiban itu lewat foto kamera ponsel dan telah mencetaknya.
Saat ditemui di rumahnya, Kampung Pasirsalam RT 02/RW 03, Desa Haruman, Kecamatan Leles, Selasa (11/11), Iis begitu bersemangat menuturkan ihwal penemuan terung itu. Ia mengaku awalnya sangat terkejut saat menemukan potongan buah terung bertuliskan lafadz Allah. Pikirannya terus diliputi berbagai pertanyaan.
Terlebih jika ia teringat akan mimpinya yang cukup mengerikan pada malam sebelum ia mendapatkan terung aneh itu. "Entah apa maksud mimpi itu. Mungkin ini semacam pertanda bagi saya atau keluarga saya," ujarnya.
Iis lalu mengisahkan tentang mimpinya. Pada Minggu (9/11) malam, ia bermimpi ada banjir bandang setinggi lutut menerjangnya, disusul datangnya gelombang air setinggi rumah yang langsung menghancurkan seluruh bangunan rumah yang ada dan semua penghuninya. Mirip peristiwa tsunami di Aceh. Mayat-mayat pun, tuturnya, terlihat bergelimpangan.
Dalam mimpi itu, Iis tengah berdiri menyaksikan semua peristiwa menegangkan tersebut dengan ditemani dua anak kecil laki-laki dan perempuan berusia tiga tahun. Yang laki-laki berada di sebelah kanannya, dan yang perempuan di sebelah kirinya.
Anehnya, saat sebuah gelombang besar hendak menggulungnya, tiba-tiba gelombang tersebut terhenti. Bahkan kembali surut lagi ke belakang. Ini terjadi berbarengan dengan terdengarnya lantunan ayat-ayat suci Alquran yang dibisikkan anak lelaki yang ada di sebelah kanannya.
Ketika itulah, Iis terbangun dari tidurnya. Setelah mengucap istigfar dan takbir serta tasbih dengan keringat dingin membasahi sekujur tubuhnya, ia beranjak dari tempat tidurnya dan menuju kamar kecil. Ia sempat melihat jam tangan yang jarumnya menunjukkan pukul 01.00. Setelah hatinya agak tenang, ia pun kembali tidur.
Keesokan paginya, seperti biasa, Iis mengurus pekerjaan rumah. Ia menyiapkan anaknya berangkat ke sekolah sekitar pukul 07.00. Saat itu, Iis teringat akan bingkisan buah terung hijau pemberian sang ibu, Entin Kartinah (39), yang diberikan kepadanya pada Jumat (7/11). Ada enam terung dari ibunya, hasil memetik dari kebun tersebut. Iis saat itu hendak memasak oseng terung dengan cabai hijau.
Iis lalu mengambil sebuah terung dan membelahnya menjadi dua potong. Potongan yang satu langsung diiris-iris dan dimasukkan ke wadah. Entah mengapa, kata Iis, saat itu dirinya penasaran ingin melihat belahan terung satunya lagi yang belum diiris-iris.
Betapa terkejutnya Iis ketika dilihatnya, pada belahan terung tersebut terdapat rangkaian biji yang membentuk tulisan Allah dalam huruf Arab. Tulisan Allah itu tak lain adalah biji-biji terung yang membaris dan membentuk lafadz Allah. Warna biji-biji itu terlihat kuning kehitaman, kontras dengan warna daging buah terung yang keputih-putihan.
"Saat itu saya berteriak Allahu Akbar dan langsung menanyakannya ke Mamah (Entin Kartinah, Red). Apa maksudnya? Mungkinkah ini pertanda?" kata Iis terharu.
Ia berharap peristiwa tersebut merupakan pertanda baik bagi dirinya dan keluarga. Apalagi ia juga sering bangun salat tahajud dan meminta petunjuk dari Allah, terutama terkait ekonomi keluarganya yang belum mapan.
Maklum, suaminya, Dodi Haryadi (34), tak memiliki pekerjaan tetap. Sementara kebutuhan kedua anaknya, Sani (7) dan Nisa (3), terus bertumbuh. Di Kampung Pasirsalam pun, Iis dan suami serta kedua anaknya masih tinggal bersama dengan mertuanya, Isong Kusnadi (71), seorang pensiunan TNI.
Karena penasaran kalau-kalau terung yang lainnya juga ada tulisan lafadz Alloh, Iis membelah lima buah terung lainnya satu per satu. Namun tak satu pun terdapat tulisan seperti pada terung sebelumnya.
Beberapa saat kemudian, berita penemuan terung aneh itu menyebar. Warga pun berdatangan karena penasaran ingin melihat terung tersebut. Di antara mereka bahkan ada yang ikut-ikutan mencari dan membeli terung dan membelahnya untuk melihat apakah di dalamnya ada tulisan lafadz Allah atau tidak. Seperti dilakukan Popon (56), warga setempat. Sejumlah terung miliknya dibelah tapi ia tak mendapatkan tulisan lafadz Allah pada semua terungnya.
Penasaran dengan penemuannya itu, Iis mengabadikan belahan terung bertuliskan lafadz Allah itu dengan kamera ponsel miliknya. Ia juga langsung mencetak foto terung tersebut dalam kertas foto berukuran sekitar 10 R. Sementara belahan terung aslinya ia simpan dalam sebuah wadah tertutup plastik di dapur rumah. "Kalau saya punya kulkas, tentu akan saya simpan di kulkas," katanya.
Iis menyebutkan, belahan terung tersebut hendak disimpan sebaik mungkin. Iis senantiasa berdoa bahwa lewat peristiwa ini mudah-mudahan Allah memberikan hikmah kepada dirinya dan keluarganya.
Source : tribunjabar.co.id

